Universitas Malikussaleh Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum Program Studi Baru Perencanaan Wilayah dan Kota
Lhokseumawe, 17 April 2026 – Guna mencetak lulusan yang lebih adaptif terhadap dinamika industri dan tantangan global, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Malikussaleh (Unimal) sukses menggelar lokakarya penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Learning (OBE). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (15-16 April 2026) ini dilaksanakan secara hibrida untuk menjangkau partisipasi yang lebih luas. Lokakarya ini dirancang untuk menyelaraskan arah pendidikan PWK Unimal dengan standar mutu nasional maupun internasional. Melalui pendekatan OBE, kurikulum baru ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus mengikuti perkembangan ilmu perencanaan wilayah yang kian visioner.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli yaitu Prof. Dr. Heru Purboyo Hidayat Putro, DEA dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Diskusi dipandu oleh Muthmainnah, S.T., M.T sebagai koordinator Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota serta dua dosen Perencanaan Wilayah dan Kota lainnya, yaitu Qanitatul Isra Qamal, S.P.W.K., M.P.W.K. dan Lusyana Eka Wardhani, S.P.W.K., M.P.W.K. sebagai moderator.
Dekan Fakultas Teknik Unimal menyatakan dukungannya terhadap transformasi kurikulum ini. Beliau menegaskan bahwa langkah ini sangat strategis untuk mewujudkan visi Unimal sebagai perguruan tinggi unggul di level internasional yang tetap berakar pada potensi lokal "dengan terlaksananya workshop ini, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Unimal semakin memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global. Kurikulum yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan perencana yang handal diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memberikan solusi inovatif bagi tantangan pembangunan infrastruktur di masa depan." tegas Dekan.
Pembaruan kurikulum ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan bentuk keseriusan Unimal dalam membangun jejaring kolaborasi antar-perguruan tinggi. Dengan kurikulum yang lebih dinamis, mahasiswa diharapkan tidak hanya mahir secara teoritis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata dan inovatif terhadap berbagai problematika pembangunan infrastruktur di masa mendatang.


